Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Saat Teduh (Part 2) – Bagaimana Caranya

(Refleksi tentang Bagaimana Cara Bersaat Teduh)

cara bersaat teduh yang baik

 

“Memahami secara Praktis tentang Saat Teduh”

 


 

Baca sebelumnya: Saat Teduh (Part 1) – Apa & Mengapa

 

 

C. Bagaimana Caranya ?

Bagaimana caranya bersaat teduh?


Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk mulai bersaat teduh?


Atau format aktivitasnya bagaimana?

 

Sebenarnya Banyak sekali tuntunan-tuntunan akan hal ini.


Bahkan kita bisa menemukannya dalam selipan yang biasanya terdapat dalam Alkitab LAI (kertas berwarna putih tipis???).  

 

Atau banyak juga terdapat dalam buku-buku saat teduh seperti renungan harian, spirit, manna sorgawi, rajawali, dan sebagainya.

 

Kali ini, saya akan menjelaskan kembali langkah-langkah itu yang mungkin anda semua kira sudah mengetahuinya, tetapi ternyata ada di antara kita yang  belum benar-benar mengetahui cara bersaat teduh.

 

 

 

1. Berdoa


Mulailah dengan berdoa. Ini sangat penting. Anda bukan sedang mau membaca novel atau komik. Anda sedang mau membaca firman Allah.

 

Pikiran kita tidak akan mampu mengerti kebenaran firman Allah tanpa pertolongan Allah. Mintalah agar menerangi hati kita sehingga kita dapat mengerti kebenaran firman Tuhan dan pesan apa yang Tuhan ingin kita tangkap atau perhatikan dari saat teduh hari ini.

 

Allah ingin berbicara kepada kita. Kita minta kepada Dia agar Dia menyiapkan hati kita, membuka hati dan pikiran kita untuk kebenaran firman Allah yang akan Dia sampaikan.

Dalam doa pembukaan ini, kita juga akan bersikap jujur kepada Allah.

 

 

Kita nyatakan kepada Dia seluruhnya:

 

  • Apa keberatan-keberatan hati kita saat ini?
  • Apa yang mengganggu pikiran kita saat ini?
  • Kita ceritakan kepada Dia apabila kita sedang sakit, sedih, atau mungkin bergembira.
  • Kita ceritakan kepada Dia kalau kita kurang tidur dan sangat mengantuk saat ini.

 

Lalu kita letakkan semuanya di hadapan Allah. Kita fokuskan pikiran dan hati kita untuk mendengar suara Allah pada saat ini.

 

Kita meminta biarlah Allah sendiri yang memampukan kita untuk mendengar apa yang harus kita dengar, mengerti apa yang harus kita mengerti, dan merenungkan apa yang harus kita renungkan.

 

Sikap jujur di hadapan Allah seperti yang di miliki raja Daud ini, seringkali kita abaikan bahkan kita lupakan.

 

Ini adalah hal yang sangat penting. Kita perlu untuk menyerahkan kepada Tuhan seluruh aspek kehidupan kita. Kita harus mempercayakan kepada Tuhan seluruhnya.

 

 

2. Tentukan Bagian Alkitab Mana Yang Akan Kita Baca Hari Ini


Akan sangat membantu bila anda telah memiliki daftar bacaan Alkitab setahun atau bahkan buku panduan untuk saat teduh seperti renungan harian, rajawali, dan lain sebagainya.

 

(Bila anda telah memiliki bahan-bahan seperti itu, maka anda mungkin dapat melewatkan saja bagian yang satu ini.)



Tetapi, bila anda belum memilikinya, anda dapat menentukan sendiri bagian Alkitab mana yang akan anda baca setiap harinya.

 

 

Usahakanlah membaca kitab per kitab.

 

Jangan membaca acak atau bahkan dengan cara membuka Alkitab lalu menunjuk bagian dari Alkitab yang dibuka dengan mata tertutup

 

(Kita bukan sedang bermain sulap di sini).

 

Mulailah dengan membaca kitab-kitab dalam PB terlebih dahulu karena akan lebih mudah untuk dimengerti.

 

Bacalah mulai dari kitab Matius sampai dengan kitab Wahyu, setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca kitab-kitab PL.

 

Tentukan juga berapa banyak yang akan anda baca dalam 1 hari.

 

Apakah satu perikop, satu pasal, atau beberapa pasal sekaligus?

 

Saya secara pribadi menyarankan anda cukup satu perikop atau satu pasal saja sehari.

 

Karena yang penting bukanlah berapa banyak yang anda telah baca setiap harinya, melainkan:

 

  • berapa banyak dari bagian firman Tuhan tersebut yang telah anda baca hari ini, yang dapat anda pahami isinya, yang telah menyadarkan anda tentang Allah dan diri anda sendiri?
  • yang semakin membuat anda mengenal Allah secara lebih mendalam setiap harinya?
  • yang berbicara secara pribadi kepada anda?

 

Selalu sediakan waktu untuk lebih banyak merenungkan daripada membaca bahan Alkitabnya.

 

 

3. Bacalah Bahan Alkitab anda secara perlahan-lahan dan lebih dari satu kali


Setelah anda menentukan bagian Alkitab mana yang akan anda baca, bacalah bagian Alkitab itu secara perlahan-lahan dan lebih dari satu kali.

 

Biarkan Roh Kudus menunjukkan kepada anda bagian mana, ayat mana, kata mana yang perlu untuk perhatikan secara lebih hati-hati.

 

Bila anda telah menemukan bagian itu dengan dorongan Roh Kudus, bacalah bagian itu sekali lagi.



Bila anda tidak memahami suatu bagian, sangatlah penting untuk mencari bantuan dengan bertanya kepada rohaniawan di gereja anda.

 

Memang ada bagian-bagian di dalam Alkitab sulit untuk kita mengerti. Jangan takut, untuk masalah ini Tuhan sudah menyediakan untuk kita, para kaum rohaniawan yang memang mempelajari Alkitab secara khusus.

 

Bertanyalah kepada mereka, kaum rohaniawan di gereja anda, mereka akan sangat senang sekali membantu untuk memahami bagian firman Tuhan yang memusingkan anda itu.

 

 

 

4. Renungkanlah


Tanyakan kenapa bagian bacaan ini sangat menarik bagi anda.

 

Sambil terus berdoa di dalam hati, cari tahu apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada saudara secara pribadi.

 

Apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepada anda melalui perenungan bagian itu?

 

Dalam bentuk apapun itu; baik teguran, dorongan, atau pengungkapan kehendak Allah, jangan terlalu cepat berhenti. Renungkanlah bagian itu secara berhati-hati.

 

Teruslah berdoa di dalam hati agar apa yang anda dapatkan benar-benar berasal dari Allah, bukan berasal dari ego kita, keberdosaan kita, kepintaran kita, tetapi Allah yang berbicara kepada kita.

 

Sediakanlah waktu yang lebih banyak untuk merenungkan firman Tuhan.

 

 

5. Ambil Suatu Keputusan


Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting, namun seringkali terlupakan.

 

Membaca Alkitab itu baik. Merenungkannya itu lebih baik lagi. Tetapi yang lebih baik lagi daripada hanya membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah melakukannya.

 

Pemazmur tidak hanya berkata bahwa Firman Tuhan itu ku renungkan siang dan malam (Mazmur 1:2), tetapi dia juga berkata bahwa dia melakukannya (Mazmur 119:112).

 

Dan Tuhan Yesus juga berkata bahwa yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman dan memeliharanya (Lukas 11:28).


Setelah merenungkan bagian firman Tuhan tersebut, ambillah suatu keputusan untuk melakukannya.

 

Sebutkan atau tuliskan satu hal spesifik yang ingin anda lakukan mulai hari ini sebagai tanda bahwa anda melakukan firman Tuhan yang telah anda baca dan renungkan pada hari ini.

 

 

6. Berdoalah Kembali


Setelah selesai, berdoalah kembali untuk menutup saat teduh anda.

 

Mintalah kepada Tuhan agar Dia memberikan kepada anda kepekaan untuk mendengar suara Tuhan sepanjang hari ini, bukan hanya pada saat teduh ini saja.

 

Nyatakan juga keputusan yang telah anda ambil dalam saat teduh hari ini dan mintalah kekuatan dari Allah sendiri untuk melakukan kehendak-Nya.

 


Inti daripada melakukan saat teduh adalah melakukan komunikasi yang akrab dengan Tuhan melalui pembacaan firman dan berdoa.

 

Sediakanlah waktu yang banyak untuk mensharingkan apa yang menjadi keberatan-keberatan hati anda hari ini, ganjalan-ganjalan, sukacita, kesedihan, harapan-harapan, dan impian-impian anda.

 

Laksanakan saat teduh bukan secara formal sehingga menjadi suatu formalitas belaka. Bersaat teduhlah secara nyaman, tenang dan akrab dengan Tuhan.

 

 

Tuhan juga adalah Sahabat kita. Jadi perlakukan Dia seperti kita memperlakukan seorang sahabat. Kita menghormati Dia, menghargai Dia, dan tetap menjalin keakraban dengan Dia.


 

Dan yang terpenting adalah kita jujur kepada-Nya.

Tanpa sikap hati seperti ini, kita hanya akan mendapatkan sedikit sekali dari pembacaan dan perenungan firman Tuhan.

 

Kita sangat-sangat perlu untuk membuka hati kita sepenuhnya untuk Tuhan, bersikaplah jujur kepada-Nya dan bukannya memasang tampang yang selalu rohani di hadapan-Nya.

 

Jika kita melaksanakan saat teduh seperti ini, mengadakan suatu perbincangan atau mengobrol dengan Tuhan, saat teduh kita setiap harinya tidak akan pernah menjadi sama dan monoton.

 

Dan inilah yang Tuhan mau dari kita, yaitu: kita mengundang Dia secara pribadi untuk menjadi bagian dari hidup kita, menjadi Sahabat kita yang terdekat. Dia ingin kita memiliki hubungan yang sangat intim dan erat dengan Dia.


---------------------------------------------


Bersambung ke - Part 3.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]