Berjalan Selangkah demi Selangkah Bersama Tuhan
Ada kisah tentang seorang ayah sedang berkemah bersama anaknya di sebuah pegunungan.
Malam
sudah cukup larut. Udara dingin. Di sekitar mereka gelap, dan kabut mulai
turun. Tiba-tiba anaknya ingin pergi ke
toilet.
Anak
itu keluar dari tenda, melihat keadaan di luar, lalu berkata: “Papa, aku takut. Gelap sekali.”
Kemah mereka berada tidak jauh dari toilet umum di area perkemahan. Tetapi
untuk sampai ke sana, mereka harus berjalan melewati jalan setapak yang gelap
dan berkabut.
Ayahnya
mengambil senter. Lalu berkata kepada anaknya: “Tidak apa-apa. Papa temani.”
Ayah
memegang senter dan menggenggam tangan anaknya.
Mereka
mulai berjalan. Sinar senter hanya
menerangi beberapa meter di depan mereka.
Kabut membuat cahaya itu semakin terbatas.
Anak
itu tidak bisa melihat toilet. Tidak
bisa melihat seluruh jalan. Tidak bisa
melihat apa yang ada di balik kabut.
Karena senter, Dia hanya bisa melihat beberapa langkah di depan mereka.
Lalu
anak itu bertanya: “Papa, toiletnya
masih jauh?”
Ayahnya
menjawab: “Tidak usah takut. Ikut Papa. Kita jalan bersama.”
Mereka
terus berjalan. Beberapa langkah. Kemudian beberapa langkah lagi.
Ketika
ada batu atau jalan yang tidak rata, ayah berkata: “Hati-hati.”
Ketika
ada percabangan jalan, ayah berkata: “Kita lewat sini.”
Anak
itu tidak tahu ke mana jalan itu akan membawa mereka. Tetapi ayahnya tahu.
Dan setiap kali anak itu merasa takut, dia tidak perlu melihat jauh ke depan.
Dia
hanya perlu melihat ke samping. Ayahnya
masih ada. Tangannya masih menggenggam
tangan anak itu. Bagi anak itu sudah
sangat cukup!
Mereka
terus berjalan sampai akhirnya toilet itu terlihat. Dan mereka tiba.
Bukankah sering kali kehidupan kita seperti anak itu?
Kita
sedang berjalan dalam situasi yang tidak jelas.
Kita
tidak bisa melihat jauh ke depan.
Kita
tidak tahu apa yang akan terjadi.
Kita
bahkan tidak tahu mengapa Tuhan membawa kita melewati jalan ini.
Tetapi Tuhan berkata: “Ikut Aku. Kita berjalan bersama.”
Kita
melangkah. Tuhan menerangi lagi.
Kita
melangkah lagi. Tuhan menuntun lagi.
Sampai
akhirnya kita melihat apa yang sebelumnya tidak bisa kita lihat.
Kita
tidak perlu melihat seluruh jalan untuk bisa terus berjalan.
Kita
hanya perlu tahu siapa yang berjalan bersama kita.
Walau kita mungkin ingin Tuhan langsung menerangi seluruh perjalanan.
Tetapi sering kali Tuhan hanya memberikan terang untuk beberapa langkah
di depan kita.
Mengapa? Karena Tuhan Mau Membentuk Kita



Tidak ada komentar:
Posting Komentar