Jangan Menjauh dari Bapa
Bayangkan
seorang bayi yang sedang berada di hadapan ayah atau ibunya.
Bayi tentu belum mengerti bagaimana harus menjaga penampilannya.
Bahkan
sering kali telanjang, tetapi tidak malu.
Bisa
saja kotor, tetapi tidak dijauhi.
Bisa
menangis, tetapi tidak ditinggalkan.
Bisa
rewel, tetapi tetap digendong.
Bisa
jatuh, tetapi diangkat kembali.
Bisa
tidak berdaya, tetapi tetap berada dalam pelukan orang tuanya.
Mengapa?
Karena seorang bayi tidak pernah berpikir:
Saya harus terlihat sempurna supaya Papa dan Mama tetap
menyayangi saya.
Tidak. Dia datang apa adanya.
Dia
tidak menyembunyikan dirinya.
Dia
tidak berusaha menjadi orang lain.
Dia merasa aman karena dia tahu: ada orang yang memegangnya.
Ketika dia merasa kotor, bahkan dia memanggil orangtuanya untuk mendekat.
Dan bukankah sering kali justru kita yang sudah dewasa menjadi
sebaliknya?
Kita
datang kepada Tuhan dengan berusaha terlihat baik.
Kita
berdoa dengan kata-kata yang baik.
Kita
menyanyi dengan suara yang baik.
Kita
tersenyum di depan orang lain.
Saat kita merasa sedang tidak baik? kita justru merasa malu untuk
datang kepada Tuhan.
Maka
kita mulai menjauh.
Kita
bahkan berhenti membaca Alkitab.
Kita
mungkin berhenti berdoa.
Bahkan
mungkin kita berhenti melayani.
Namun tahukah kita bahwa setiap kali kita berkata:
“Tuhan, jangan lihat bagian ini.”
“Tuhan,
jangan lihat kelemahan ini.”
“Tuhan,
jangan lihat kegagalan ini.”
Tuhan
berkata: “Aku sudah melihatnya.”
Bahkan
sebelum kita mengatakannya, Dia sudah mengetahuinya.
Sebab kita tidak pernah sedang memberikan informasi baru
kepada Tuhan. Dia sudah tahu.
Yang Tuhan inginkan adalah kita datang dengan hati yang
terbuka dan jujur.
Kalau
kita sedang lelah, katakan: “Tuhan, aku lelah.”
Kalau
kita takut, katakan: “Tuhan, aku takut.”
Kalau
kita kecewa, katakan: “Tuhan, aku kecewa.”
Kalau
kita sedang bergumul dengan dosa: “Tuhan, inilah pergumulanku.”
Jadi:
Karena Tuhan mengenal saya, saya tidak perlu berpura-pura.
Saya
boleh datang kepada-Nya dengan jujur.
Saya
harus datang mendekat, dan bukan malah menjauh!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar