Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Jujur itu Menghormati

(Ilustrasi Khotbah Kristen)

jujur menunjukkan rasa hormat

"Ilustrasi khotbah Kristen tentang Kejujuran"


----------------------------------

Alkisah ada seorang raja mencari pengawas kebun kerajaan dengan cara yang unik. Ia membuka pendaftaran secara terbuka kepada siapa saja yang mau menjadi pengawas kebun kerajaannya. Setelah mengalami penyeleksian yang ketat secara umum, terpilihlah 10 pelamar terbaik yang akan diuji oleh raja. 


Dari 10 orang pelamar tersebut, ada seorang pemudi ikut mendaftar dengan semangat. Ia begitu bahagia bisa terpilih untuk menjadi 10 pelamar final. Ia sangat percaya diri akan bisa terpilih sebagai pengawas kebun kerajaan yang baru. 


Sang raja kemudian mengumpulkan 10 orang tersebut. Tiap pelamar kemudian diberikan sekantong biji untuk ditanam selama waktu tertentu. Siapa yang berhasil membawa tanaman dengan kondisi yang terbaik, dialah yang akan terpilih sebagai pengawas kebun kerajana. 


Pemudi tersebut sangat antusias untuk melaksanakan tahapan pemilihan ini. Setelah menerima biji dari raja, biji-biji tersebut kemudian ditanamnya hati-hati, disiramnya tiap hari. Namun, betapa sedih hatinya melihat biji itu tak kunjung tumbuh. 


Ketika tiba batas waktu untuk melapor ke istana, dengan sedih ia datang dengan tangan yang kosong. Terlebih terkejut lagi karena ia melihat 9 para pelamar lain membawa tanaman yang indah-indah. Sang raja melihat 9 pelamar tersebut dan bertanya cara mereka merawat biji yang ia beri, dan yang sekarang kemudian sudah menjadi tanaman indah. 

Terakhir sang raja bertanya kepada pemudi tersebut, mengapa ia tidak membawa apa-apa. Setengah menangis ia mohon ampun pada raja, karena biji yang raja beri tidak mau tumbuh sekalipun ia telah merawatnya tiap hari. 

Raja menepuk pundaknya dan berkata, “Semua biji yang kuberikan sebenarnya sudah dipanggang, jadi tidak mungkin tumbuh. Entah dari mana tanaman-tanaman yang mereka bawa. Terima kasih sudah membawa kejujuranmu. Hari ini juga kamu resmi menjadi pengawas kebun kerajaanku.” 



Kejujuran tak hanya menunjukkan ketulusan hati, tetapi juga sikap yang menghormati orang lain.  

 

Karena hormat, kita tidak mau menipu orang itu. Ketika seseorang berdusta, ia sebenarnya sedang menghina Tuhan Yang Maha Tahu. 


Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk jujur atau tidak, ingatlah bahwa kita tidak saja sedang berurusan dengan manusia, tetapi juga dengan Tuhan. Manusia mema ng tidak serba tahu, tetapi Tuhan tahu apakah kita sedang menghormati-Nya atau tidak. 

 

Amsal 14:2 

Siapa berjalan dengan jujur, takut akan Tuhan, tetapi orang yang sesat jalannya menghina Dia. 

 

--------------------------------

 

Ilustrasi khotbah lainnya, temukan di sini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]